DEMONSTRASI KONSTEKTUAL MODUL 3.1





 WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENGETAHUI KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Wawancara ini dilakukan pada hari Jum'at pada tanggal 21 Oktober 2022 dengan 2 narasumber dari SDIT Citra Insani dan SMPIT Citra Insani. Wawancara ini dilakukan sebagai pemenuhan tugas demonstrasi konstektual Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5

Narasumber I :

Nama             : Janwar Arista, S. Pd, M. Pd.

Sekolah           : SDIT Citra Insani

1. Pertanyaan : Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Jawaban

Saya berusaha mendalami masalah apa yang saya hadapi, focus untuk menyelesaikan permasalah dengan kekeluargaan. Sejatinya saya belum paham betul dengan dilemma etika atau bukukan moral namun jika mendapatkan permasalahan yang keduanya sedikit dilematik, saya focus untuk menyelsaikan dengan jalan kekeluargaan

2. Pertanyaan : Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Jawaban : 

Kembali ke pertanyaan 1, saya akan berusaha menyelesaikan dengan jalan kekeluargaan dimana jika melibatkan beberapa personal misalkan ada dua guru yang bermasalah. maka saya akan pertemukan guru- guru  tersebut untuk tahu duduk permasalahannya dan saya sebagai mediator untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dimana solusi dari permasalahan tersebut disepakati oleh kedua belah pihak

3. Pertanyaan : Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

    Jawaban :
- Jika ada permasalahan yang saya dengar saya akan mencari bukti dari permasalahan  tersebut dengan menjajarkan bukti berupa objek benda, atau manusia 

- Jika dirasa permasalahan ini melibatkan beberapa personal, maka saya akan meminta waktu bertemu untuk saling sharing mengenai permasalahan ini . saya mendengarkan pernyataan dari kedua belah pihak 

- Jika dirasa cukup, maka saya akan duduk bersama pihak pihak terkait dan menjadi mediator serta pemberi solusi yang disepakati bersama

4. Pertanyaan: hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : 

Menjadi pendengar yang baik serta membantu mencarikan solusi yang disepakati bersama saya rasa merupakan hal dasar ketika kita menghadapi sebuah permasalahan. Tanpa adanya judgemental dan keberpihakan pada si A atau B , sehingga sebagai pemimpin kita harus adil dan jeli melihat dari berbagai sudut pandang

5. Pertanyaan : Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : 

Tantangan ini ibarat sebuah bumbu dan seni dalam pengambilan keputusan yang bijaksana. Saya sendiri sampai saat ini masih belajar untuk terus memberikan kebijaksanaan yang berarti untuk teman- teman semua. Jadi menurut saya tantangan yang paling signifikan dalam mengambil keputusan adalah ego dari pengambil keputusan itu sendiri yaitu si pemimpin. Apakah sudah benar atau belum dalam mengambil keputusan? Apakah keputusan ini nantinya akan berdampak negatif bagi teman- teman? Apakah keputusan saya dapat diterima dengan penuh keikhlasan dari teman- teman?

6. Pertanyaan : Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Jawaban :

Ketika menghadapi sebuah permasalahan ada yang bisa langsung diselesaikan ada yang perlu kejelian dan kematangan dalam mengambil keputusan tergantung dari permasalahan itu sendiri. Misalkan permasalahan yang berkaitan dengan kurikulum dan kesiswaan, maka saya dibantu WaKa Kurikulum serta guru yang bersangkutan akan saling bekerja sama untuk menyelesaikannya. Namun jika ada masalah yang dilematis, biasanya saya memerlukan waktu 1 malam untuk mencari benang merah atau mengurai benang kusut akar dari permasalahan ini setelah mendengarkan atau melihat bukti, pernyataan pihak yang terlibat. Karena saya perlu waktu untuk mencoba mencerna, menelusuri kemudian bisa membantu mencarikan solusi.

7. Pertanyaan : Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : Ada. Wakil Kepala Sekolah menjadi orang pertama yang saya ajak diskusi karena saya rasa kami sama- sama netral dan tidak saling berpihak. jika masalah tersebut menyangkut keguruan, maka saya meminta salah satu staff HRD untuk memberikan masukan- masukan . Faktor yang mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan adalah masukan- masukan dari pihak yang saya percaya , karena saya beranggapan semakin banyak personal yang masuk memberikan masukan kurang lebih akan mempengaruhi kebijakan saya. jadi lebih selektif dalam mempercayai personal yang bisa memberikan masukan sangatlah penting


8. Pertanyaan :Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?


Jawaban : Menjadi pendengar yang baik, mendengarkan dari berbagai sudut pandang, bersikap netral dalam  menjadi penengah serta membantu mencarikan solusi yang disepakati bersama

 

Narasumber II :

Nama             : ALPIYAH , S. Pd, M. Pd.

Sekolah           : SMPIT Citra Insani

1. Pertanyaan : Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Jawaban : 

Saya mengidentifikasi kasus tersebut apakah termasuk dilema etika ataukah bujukan moral

2. Pertanyaan : Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Jawaban : 

Meminta masukan dari Sesama Kepala Sekolah atau Wakil Kepala Sekolah di sekolah saya yang saya percayai apakah keputusan saya sudah tepat ataukah perlu pertimbangan lagi

3. Pertanyaan : Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

    Jawaban :
   - Mempersilahkan personal tersebut untuk mengutarakan pemikiran dan pendapatnya jika memang ada permasalahan

- Menanyakan apa yang menjadi ganjalan dari permasalahan tersebut

- Mencari solusi bersama dengan mempertimbangkan peraturan- peraturan yang berlaku di yayasan

4. Pertanyaan: hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : 

Menjadi pendengar yang baik serta membantu mencarikan solusi yang disepakati bersama.

5. Pertanyaan : Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : 

Tantangan yang saya hadapai adalah pemikiran saya Apakah keputusan saya sudah benar atau belum? Bagaimanakah keputusan ini dapat diterima oleh berbagai pihak?

6. Pertanyaan : Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Jawaban :

Tidak ada prosedur khusus. Jika saya menemui sebuah kasus maka saya berusaha menyelesaikan saat itu juga agar tidak menjadi beban pikiran tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai masukan, mendengar dari sudut pandang pihak- pihak yang terlibat sebelum membantu menemukan solusi bersama

7. Pertanyaan : Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Jawaban : Ada. Wakil Kepala Sekolah dan wali kelas yang terkait menjadi orang pertama yang saya ajak diskusi. Faktor yang mempengaruhi saya dalam mengambil keputusan adalah keterkaitan solusi dengan peraturan- peraturan yang berlaku di yayasan namun tetap saya akan berusaha bersikap netral dan adil dalam membantu menemukan solusi yang saling mengenakkan berbagai pihak.


8. Pertanyaan :Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Jawaban : Mengambil keputusan yang adil dan bijaksana tidaklah mudah. Perlu adanya proses panjang  dan pemikiran yang matang

"Dari kedua narasumber yang saya wawancarai, saya dapat menyimpulkan bahwa perlunya menjadi pendengar yang baik, memperhatikan saran- saran yang relevan dari pihak yang dipercaya, bersikap netral serta berfokus pada hasil atau solusi yang disepakati bersama untuk menghasilkan keputusan yang bernilai kebajikan "

No.

Tugas

Ada (A)/

Tidak Ada (TA)

1.

Isi: Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan?

Ada.

Narasumber belum menerapkan dengan maksimal 9 langkah pengujian dalam mengambil keputusan yang bernilai kebajikan

2.

Isi: Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan?

Ada. Yakni meminta masukan/saran dari orang yang dipercaya dalam membantu menemukan solusi

3.

Isi: Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka?

Mengambil keputusan yang adil dan bijaksana. Indikator signifikan sepertinya belum terlihat nyata, namun ada satu pernyataan bahwa narasumber mencoba membantu menemukan solusi yang disepakati bersama. Saya rasa kata disepakati bersama sudah menunjukkan efektivitas bahwa keputusan dari narasumber sudah disepakati oleh pihak terkait

4.

Isi: Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya?

Saya akan mengambil keputusan yang berpihak pada murid, bernilai kebajikan dan bertanggung jawab

5.

Teknis: Kejelasan suara/tulisan di video/blog naratif Anda, format apa yang akan gunakan, sudahkah Anda mengujinya/membacanya dan melihat hasilnya/membayangkan bila orang lain membaca tulisan Anda?

Narasi deskriptif seperti yang ada di majalah yang saya tuangkan di dalam blog. sudah

6.

Teknis: Durasi waktu/panjang tulisan, apakah sudah diuji untuk maksimal dan minimal waktu berbicara, atau apakah sudah ditinjau isi dan panjang tulisan Anda, dan kepadatan/intisari  materi yang Anda ingin sampaikan?

Sudah

 

Comments